Langsung ke konten utama

Film : THE BOY IN A STRIPED PAJAMAS































pict source: https://cdn.miramax.com/media/assets/674_BoyInTheStripedPajamasThe_Catalog_Poster_Approved.png



The background of the film was taken at World War 2 in Germany, when Nazi was still in power in the country. One specific time frame in this film is when the holocaust occurring.

Bruno the main character of the film was just an eight year old boy who doesn’t understand about war. He has a dad named Ralf who was an influential army and had high position. The family lived happily and well off in Berlin however, one day Bruno’s father have to go to countryside to do his new job as an chief of Jew works camp. He decided to move to countryside including his family.
Bruno was a curious boy, he liked to explore and the first time he was being in his new house he felt really bored because he has no friends. One day he explored the backside of his house even though it had been forbidden by his parents but the curiousness of his drive him to still explore what he wanted to know.
Suddenly, during his explore he met a boy in same age of him. His name is Shmuel. The first time they met, Bruno does’t understand why does Shmuel should stay on the farm which actually was a Jew Jail/Work Camp and always wearing striped pyjamas which actually prisoners uniform of Jew. Several days passed after they become friends and Bruno keep meeting Shmuel secretly, slowly Bruno understand that it’s not a farm but a Jew Camp. He was confused how to behave because his teacher, sister and father always say that Jew is evil but he didn't think Shmuel is. Although Bruno understood that they cannot become friend but yet they are still being friends.
Overall the movie has deep meaning yet easy to be understood. I have already seen this movie for like 3 times but always crying seeing it. The deep meaning from this movie can be seen from all perspective. The love as a friend no matter the background is, the sorrow and regret of a parents, and the badness of the war itself. The friendship of innocent little boys could drive us to realize how bad war is. How it is only can bring sorrow and regret for everybody. You guys absolutely should watch this movie. It's an unforgettable movie, the kind of movie which give you thought in the night time and won't let you sleep!
--------------------------------------------^__^------------------------------------------------------------------------
Latar belakang film ini diambil saat Perang Dunia ke-2 di Jerman, ketika Nazi masih berkuasa di negara ini. Salah satu kerangka waktu yang spesifik dalam film ini adalah saat terjadi peristiwa holocaust.
Bruno karakter utama film ini hanyalah seorang anak laki-laki berusia delapan tahun yang tidak mengerti tentang perang. Dia memiliki seorang ayah bernama Ralf yang merupakan tentara berpengaruh dan memiliki posisi tinggi di Negaranya. Keluarga itu tinggal dengan bahagia dan kaya di Berlin namun, suatu hari ayah Bruno harus pergi ke pedesaan untuk melakukan pekerjaan barunya sebagai kepala kamp kerja orang Yahudi. Ia memutuskan untuk pindah ke pedesaan dan membawa keluarganya.
Bruno adalah anak laki-laki yang selalu ingin tahu, dia suka mengeksplorasi dan pertama kali berada di rumah barunya dia merasa benar-benar bosan karena dia tidak punya teman. Suatu hari ia menjelajahi bagian belakang rumahnya, meski sudah dilarang oleh orang tuanya tapi rasa curiga mendorongnya untuk tetap mengeksplorasi apa yang ingin ia ketahui.
Tiba-tiba, di tengah-tengah penjelajahannya dia bertemu dengan seorang anak laki-laki seusianya. Namanya adalah Shmuel. Pertama kali mereka bertemu, Bruno tidak mengerti mengapa Shmuel harus tinggal di pertanian yang sebenarnya adalah Penjara / Kamp Kerja  Yahudi dan selalu mengenakan piyama bergaris yang sebenarnya adalah seragam tahanan Yahudi. Beberapa hari berlalu lalu setelah mereka berteman dan Bruno terus bertemu Shmuel sembunyi-sembunyi, namun perlahan Bruno mengerti bahwa itu bukan pertanian tapi sebuah kamp Yahudi. Dia bingung bagaimana berperilaku karena gurunya, saudara perempuan dan ayahnya selalu mengatakan bahwa orang Yahudi itu jahat tapi dia tidak berpikir bahwa Shmuel jahat. Meski Bruno mengerti bahwa mereka tidak bisa menjadi teman tapi mereka tetap berteman.
Secara keseluruhan film ini memiliki makna yang dalam namun mudah dipahami. Saya sudah menonton film ini 3 kali tapi selalu menangis melihatnya. Arti yang mendalam dari film ini bisa dilihat dari semua sudut pandang. Cinta sebagai teman yang tidak peduli latar belakangnya, duka cita dan penyesalan orang tua, dan kejahatan perang itu sendiri. Persahabatan anak kecil yang tidak berdosa bisa membuat kita menyadari betapa buruknya perang. Bagaimana hal itu hanya bisa membawa kesedihan dan penyesalan bagi semua orang. Anda harus menonton film ini. Film ini tidak dapat dilupakan, jenis film yang membuatmu kepikiran di tengah malam dan tidak bisa tidur!


Komentar